Terima Kasih Papa dan Mama

KeishaTerima Kasih Papa Dan Mama

Hari pertama (Minggu) :

1. keadaan Kepala ku mulai kebawah hal ini dapat dirasakan mama, dengan mulai kosongnya bagian atas perut mama maka aku sudah mulai turun ke mulut rahim.
2. Kedua Munculnya Flek darah pada celana, yang dimulai dengan warna coklat muda, kemudian coklat, atau bahkan selanjutnya menjadi merah. Berdasarkan pengalaman, tanda ini muncul satu hari atau beberapa hari sebelum kelahiran bayi. Akhirnya Pihak Puskemas X menyuruh rawat inap karena ditakutkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Hari kedua (Senin) :
3. Mama merasakan kontraksi setiap 10 menit. Kontraksi menjelang hari-hari kelahiran, dapat terjadi persekian jam lalu semakin cepat seperti persetengah jam sekali.
4. Air ketuban mama pecah, biasanya seperti pipis atau buang air yang tidak terkendali.
5. Rahim mama telah keadaan membuka, artinya kepala ku sudah berada di pintu rahim.
6. Mama Sering buang air, sepertinya karena kantong pipis tertekan karena posisi aku sudah berada di mulut rahim.
7. Dinding perut mama sering mengeras, ini terjadi beriringan dengan rasa mulas yang dirasakan oleh ibu hamil.
8. Mulas seperti buang air besar Rasa ingin buang air mulai terasa pada saat mulas. Jika hal ini terjadi dapat diperkirakan kelahiran akan terjadi dalam hitungan menit, atau kurang dari satu jam.
Kondisi mama yang akan melahirkan, tetapi pihak Puskemas X yang seharusnya memberi pelayanan dan tindakan hanya sibuk dengan pemeriksaan tanpa tanpa tindakan (ternyata mahasiswa kebidanan yang sedang praktek). Astaghfirullahal’adzim itulah kekecewaan papa terhadap buruknya Puskemas X karena tidak ada tenaga ahli di Puskesmas. Sehingga mama diberi rujukan ke RS terdekat pada jam 5 pagi (kecewa dan sakit hati pastinya yang papa rasakan).

Papa & Mama pastinya berharap mendapatkan biaya persalinan yang murah di Puskemas X, karena kondisi usaha bisnis papa yang sedang pailit. Akhirnya papa & mama mengikuti saran oma ke Puskemas X. Padahal papa & mama sudah menbuat rencana akan melahirkan ku di Bidan tempat mama sering kontrol kandungan, dan dana-nya pun sudah disiapkan jauh-jauh hari. Tapi apalah daya jam 5 pagi mama harus dipindahkan ke Rumah Sakit sehinggan biaya-nya pun menjadi 5 kali lipat dari biaya Bidan.

Papa & Mama, Terima kasih yang telah merawatku selama 9 bulan lebih disaat ibu mengandung sehingga aku lahir kedunia tepat pada hari Selasa, tanggal 20 September 2011, jam 07 pagi dengan cara Persalinan Ekstraksi Vacum “Ekstraksi Vacum adalah suatu tindakan obstetrik yang bertujuan untuk mempercepat persalinan pada keadaan tertentu dengan menggunakan vacum ekstraktor (Standar Pelayanan Kebidanan ; 60)”, di RS Bhakti Mulia.

Papa & Mama pasti sangat takut dengan keadaanku yang lahir dengan cara Ekstraksi Vacum, ketika alat vacum menyentuh kepalaku sehingga akan timbul efek yang menakutkan dari resiko vakum seperti terjadinya luka atau lecet dikulit kepala (dapat diobati dengan obat anti septik dan Kondisi ini biasanya akan hilang sendiri setelah bayi usia seminggu), Resiko yang lebih berat adalah terjadinya pendarahan diantara tulang-tulang kepala (cephal hematome), juga terjadi pendarahan dalam otak (Na’udzubillahi min dzalik “Aku berlindung kepada Allah dari yang demikian itu”). Namun semua ketakutan itu sirna ketika papa & mama mendengar suaraku walau ada bekas luka memar merah dipipiku.

Tidak lama kemudian aku mendengar suara azan di telingaku. Aku berfikir inikah Orang tuaku, inikah papa ku yang bahagia melihatku dan mengumandanka azan di telinga kanan dan diqamatkan di telinga kiriku .
Sabda Rasulullah s.a.w : “Sesiapa yang memperolehi cahaya mata (anak) maka hendaklah diazankan di telinga kanan dan diqamatkan di telinga kiri, nescaya terlepaslah darinya angin tiupan syaitan.” (Riwayat Al-Baihaqi)
“Bahawasannya aku pohonkan perlindungan dari Engkau Ya Allah untuk anak ini dan zuriat keturunannya kelak daripada tipu daya syaitan”

Papa & mama tercinta , yang sudah memberikan kasih sayang kepada ku. Hanya sebuah Do’a yang dapat aku berikan untuk papa & mama yang selama ini sudah menjaga dan membesarkan ku hingga jasa papa & mama tidak akan pernah terbalaskan sampai kapanpun. Terima kasih papa dan mama karena pengorbanan kalian disaat ekonomi yang pailit telah melahirkan ku kedunia ini. Terima kasih Tuhan, Engkau telah memberikan ku seorang papa dan mama yang sempurna kasih sayangnya padaku.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s